Semalam,
hari ini dan esok,
Penantianku semakin desak,
Setiap detik aku dambar,
Potretmu selalu di sisiku,
Merenungku,
Menjelingku,
Memberiku perasaan gentar,
bagai hendak ditiup angin ahmar,
Kaget terasa hendak kulari,
Namun tak berdaya,
Disini bersama asap rokok ku menanti,
Hidupku yang kian suram,
Menyejukkan bahang perassanku,
Aku bersembunyi dicelah pohon curam,
menanti terbitnya pelangi di hati ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment